31 Desember 2009
16 November 2009
Sumber: haryanto_ilyasa@yahoo.co.id (Milis Forum Peternak Sapi Indonesia)
Setelah menunggu lebih dari dua tahun, akhirnya proyek penggemukan sapi senilai 4 juta dolar AS yang ditawarkan dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2006 bisa direalisasikan tahun ini. Tarik ulur para investor asing menjadi persoalan untuk bisa menggaet investasi baru khususnya di bidang agrobisnis. Salah satu investor Australia perwakilan THP Group Robert Murdoch mengakui, persoalan investasi di Indonesia selalu dibayangi dengan kerumitan perbedaan budaya, masalah lahan dan izin birokrasi yang sangat berbelit. Proyek penggemukan sapi ini adalah satu di antara sekian banyak proyek yang berhasil terealisasi lewat sebuah forum bisnis CJIBF yang diakui kredibilitasnya. Robert menilai, meski nilai jutaan dolar yang ditanamkan dinilai masih relatif kecil, tapi tetap saja pemerintah Australia memberikan apresiasi positif. Apalagi Pemprov Jateng yang terus mendesak program ini bisa segera terealisasi. Sebelumnya Gubernur Bibit Waluyo menginginkan setidaknya dalam dua bulan ke depan, tahap awal penggemukan sapi yang dikonsentrasikan di Kab Temanggung ini bisa dikerjakan. (lagi…)16 November 2009
Kandang merupakan sarana produksi utama untuk kegiatan produksi peternakan, terutama untuk budidaya ternak sapi. Saat ini kami sedang memulai pembuatan kandang sapi kelompok dengan ukuran 25 x 8 m dengan kapasitas 30-35 ekor sapi yang dibuat secara permanen. Kandang kelompok dibangun diatas lahan seluas 2.700 m2 dan berada di pinggir pemukiman penduduk.
Kandang yang sedang dibuat mempunyai konstruksi yang kuat dengan tiang berupa beton, lantai semen, batu dan pasir, serta atap dari asbes. Pembuatan kandang ini menghabiskan anggaran dana sebesar Rp.32 jt, yaitu Rp. 10jt berasal dari RUK SMD dan kekuranganya berasal dari swadaya anggota kelompok dan pinjaman. Pembuatan kandang ini diharapkan selesai total pada pertengahan bulan Desember 2009.
Desain konstruksi kandang dapat di download di : http://ptlembusoraperkasa.blogspot.com/2009/07/gambar-konstruksi-kandang.html
22 Juli 2009
BAB 1. PENDAHULUAN
Program swasembada daging nasional pada dasarnya adalah kegiatan peningkatan populasi ternak dalam negeri, khususnya ternak sapi, sehingga pada akhirnya dapat memenuhi konsumsi daging secara nasional. Keberhasilan program tersebut akan berimplikasi pada menurunya presentase impor sapi (baik sapi hidup atau daging beku), sehingga dimasa mendatang secara perlahan akan mencapai tahap swasembada. Saat ini Indonesia masih tergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan akan daging sapi. Ketergantungan impor daging dan sapi potong, antara lain disebabkan oleh ketidakmampuan memenuhi kebutuhan permintaan daging dari pemotongan sapi lokal yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan daging. Pemenuhan permintaan daging sapi bila hanya dipenuhi melalui pemotongan sapi lokal, maka dapat berakibat terjadi pengurasan populasi sapi lokal, karena terjadi pemotongan terhadap sapi muda yang ukurannya masih kecil dan terhadap sapi betina produktif. Oleh karena itu diperlukan program usaha pembibitan sapi secara nasional sebagai sumber bakalan untuk penggemukan sapi.
Untuk contoh proposal secara lengkap, silakan download link berikut: proposal smd 2009, Lampiran 1, Lampiran 2, Lampiran 3, Lampiran 4
20 Juli 2009
Laporan ini disampaikan pada arisan bulanan kelompok pada 19 9uli 2009
Adalah seekor sapi yang dibeli oleh kelompok pada bulan maret akhirnya dijual pada bulan juli ini. Sapi jantan jenis peranakan simental tersebut dibeli dari pasar hewan Sukorejo (Kendal) seharga Rp. 11,6 juta dan dijual kepada blantik setempat seharga 13,8 juta setelah dipelihara selama 5 bulan (150 hari)
Sebelumnya sapi tersebut dipelihara oleh seorang anggota kami yaitu Mas Budi widodo, dengan tugas selama pemeliharaan yaitu mencari rumput alias ngarit. Rata-rata setiap harinya diberi pakan dua bongkok (baca:ikatan) rumput gajah dengan jumlah total sekitar 50-60 kg. Dari hasil penjualan, pemelihara mendapatkan bagi hasil 50% atau sebesar Rp.1,1 juta plus pupuk kandang yang diperoleh, sedangkan 50% lainya dibagi untuk anggota dan kelompok. Sebanyak 25% dibagikan secara merata kepada masing-masing anggota dan 25% lainya untuk tambahan investasi kelompok yang rencananya akan dibelikan seekor kambing seharga Rp.550 ribu. (lagi…)
10 Juli 2009
Sumber.
27 Juni 2009
Adalah 10 orang anggota kelompok ternak “Ngudi Mandiri”, pada akhir bulan April 2009, melakukan perjalanan kurang lebih 2,5 jam menuju lereng merapi. Perjalanan ini bukan untuk bertemu dengan Mbah Marijan, tetapi dalam rangka studi banding untuk pengembangan dan pengelolaan kelompok ternak secara profesional. (lagi…)
27 Juni 2009
Walaupun informasi ini telat, satu tahun lebih, semoga tetap memberikan inspirasi dan motivasi, bagi para pejuang dan pemberdaya peternak kecil
baca selengkapnya di http://www.p2kp. org/wartadetil. asp?mid=2232&catid=1&
9 Mei 2009
Diskusi dan Kerjasama untuk Pengembangan Kelompok Tani Ternak
Posted by RD under DiskusiLeave a Comment
Yth, Blogger…
Kami mengundang saudara-saudara untuk membantu kami membangun kelompok tani ternak sapi. Mohon diskusi, saran, ataupun ada yang tertarik berinvestasi, demi kemajuan peternakan indonesia dan pemberdayaan petani-peternak kecil kita.
Trimakasih…
17 Maret 2009
PROFIL KELOMPOK
Kelompok tani-ternak bernama “Ngudi Mandiri” dengan moto kelompok “mandiri kelompokku, sejahtera hidupku”. Kelompok tani-ternak dibentuk pada tanggal 14 januari 2009 . Kelompok tani-ternak “Ngudi Mandiri” beralamat di Desa Prangkokan, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. (lagi…)



















